Sabtu, 07 Desember 2013

Apa Bukti Bahwa Tuhan Tidak Ada?

http://andabertanyaateismenjawab.wordpress.com/2013/08/11/apa-bukti-bahwa-tuhan-tidak-ada/

20130825-164421.jpg
Pertanyaan ini hanya bisa dijawab apabila kata “Tuhan” didefinisikan secara jelas. Tanpa definisi yang jelas, tidak mungkin apa pun dibuktikan ada atau tidak ada. Bayangkan Anda diminta membuktikan keberadaan X tanpa disebutkan secara sangat jelas, apa itu X. Permasalahan sama tentang Tuhan mengingat hampir semua agama memiliki deskripsi sendiri tentang Tuhan. Ada yang menganggapnya sosok yang bisa marah dan berkehendak, ada yang berkata Tuhan adalah kesadaran manusia itu sendiri. Ini membuat pembuktian Tuhan menjadi mustahil ketika semua memiliki definisi berbeda.
Persoalan kedua adalah dalam skala sebesar alam semesta, membuktikan ketiadaan sesuatu adalah mustahil. Contoh, tidak ada yang bisa membuktikan bahwa Sinterklas tidak ada. Tidak ada yang pernah merekam dan menjelajahi setiap jengkal bumi untuk menunjukkan bahwa tidak ada Sinterklas. Bagaimana jika Sinterklas bersembunyi di Bulan? Bagaimana jika Sinterklas bersembunyi di dimensi lain? Ini jugalah yang terjadi pada jin. Tidak ada yang bisa membuktikan jin tidak ada, tidak ada yang bisa membuktikan Doraemon tidak ada.

Secara umum, orang yang mengklaim keberadaan sesuatulah yang memiliki kewajiban untuk membuktikan. Tertama jika klaim tersebut berlawanan dengan hukum fisika dan azas kenormalan yang ada. Prinsipnya, an extraordinary claim requires extraordinary evidence. Jika ada orang mengatakan memiliki pensil, maka saya tidak perlu menuntut pembuktian karena memiliki pensil adalah hal yang biasa. Berbeda, misalnya, dengan seseorang mengaku memiliki pensil emas tidak kasat mata yang mampu mengabulkan segala keinginan. Klaim tersebut terlalu luar biasa untuk dipercaya tanpa bukti.
Kembali kepada pembuktian Tuhan tidak ada, mari kita tinjau dari deskripsi agama mayoritas tentang Tuhan, melalui sifat-sifatnya. Ada kesamaan konsep Tuhan yang diagungkan agama-agama mayoritas saat ini. Dengan menggunakan Logika, kita bisa membuktikan bahwa konsep tuhan yang sering diajukan memiliki kontradiksi. Ini berarti kalau pun ada Tuhan, pastinya bukan seperti yang digambarkan sesuai konsep berikut:
1. Maha-Kuasa versus Maha-Kasih versus Maha-Tahu
Epicurus, seorang filsuf Yunani memiliki ungkapan terkenal “Epicurus’ Problems of Evil” yang kurang lebih berbunyi
“Kalau Tuhan sanggup tetapi tidak mau menghilangkan penderitaan manusia, maka dia jahat.
Kalau Tuhan mau tetapi tidak sanggup menghilangkan penderitaan, maka dia tak maha kuasa.
Kalau Tuhan sanggup dan mau menghilangkan penderitaan, maka penderitaan tidak seharusnya ada.
Kalau Tuhan tidak mau dan tidak sanggup menghilangkan penderitaan, kenapa disebut Tuhan?”
Jawaban paling logis dari pertanyaan Epicurus di atas adalah “Karena tuhan tidak tahu kalau ada penderitaan.” Hanya saja atribut Maha-Tahu yang juga diberikan kepada sosok tuhan, membuat jawaban logis yang tersisa adalah “Di dunia yang memiliki penderitaan tidak mungkin ada tuhan yang Maha-Kuasa sekaligus Maha-Baik sekaligus Maha-Tahu.”
Andai pun ada sosok yang bisa dianggap tuhan, maka sosok itu entah tidak Maha-Kuasa, atau tidak Maha-Baik, atau tidak Maha-Tahu.
2. Maha-Adil dengan Neraka bagi orang yang tidak menyembahnya/Kafir/Infidel/Non-Believer
Adil adalah memberikan apa yang sepantasnya.
Adil adalah memberikan semua orang kesempatan yang sama.
Keberadaan konsep “Seluruh kafir pasti masuk neraka” bertentangan dengan konsep Keadilan, apalagi konsep Maha-Adil.
Tidak ada orang yang setuju bahwa “Pencuri Ayam yang tidak kenal Hakim dihukum 1 tahun penjara, sedangkan Pencuri Ayang yang kenal Hakim dibebaskan” itu adil.
Mengenal sang Hakim tidak lantas merubah hukuman atas apa yang diperbuat seseorang.
justru konsep “Keringanan hukuman karena kenal dengan Hakim” adalah salah satu konsep yang paling ditentang, yaitu Nepotisme.
Jadi konsep “seseorang yang percaya masuk surga, walaupun dia membunuh orang.
sedangkan orang lain yang tidak percaya, walaupun dia juga membunuh orang”
bukanlah keadilan, melainkan Nepotisme.
Dalam sistem yang adil, maka kedua orang tersebut haruslah mendapat perlakuan yang sama, sama-sama masuk neraka atau sama-sama masuk surga.
Bagaimana jika ada hukum bahwa “Hanya Jika orang percaya maka dia masuk surga, tidak peduli apapun perbuatannya, dan hanya Jika orang tidak percaya maka dia masuk neraka, tidak peduli apapun perbuatannya”?
Sekali lagi ini juga menyalahkan konsep Keadilan, karena kesempatan masing-masing orang untuk percaya tidaklah sama besar.
Seperti kita ketahui, setiap daerah dan jaman memiliki agamanya masing-masing.
Apa agama Anda, 90% berasal dari keluarga Anda, 9% dari lingkungan Anda dibesarkan.
Kalau kebetulan Anda lahir di keluarga yang benar dan lingkungan yang benar, maka ada 99% kemungkinan Anda menganut agama yang benar.
Kalau kebetulan Anda lahir di keluarga yang salah dan lingkungan yang salah, maka ada 99% kemungkinan Anda menganut agama yang salah. Dan artinya 99% kemungkinan Anda masuk neraka. Ini tentunya tidak adil karena hanya 1 persen saja masuk neraka.
Seharusnya semua orang memiliki kesempatan yang sama besar untuk mengenal agama yang benar, kalau memang ada.
Kedua konsep tersebut adalah konsep yang paling banyak dipakai dalam menggambarkan tuhan.
Walaupun tidak menutup kemungkinan adanya tuhan yang tidak sesuai konsep tersebut, tapi ini sudah cukup untuk membuat sebagian orang ragu, apakah konsep tuhan itu sendiri benar.
-LL-

52 pemikiran pada “Apa Bukti Bahwa Tuhan Tidak Ada?

  1. Hmm, saya kurang sepakat’ menurut saya anda terlalu memikirkan sesuatu yg tidak jelas, cukup jalani hidup dengan damai sentosa
  2. “Keberadaan konsep “Seluruh kafir pasti masuk neraka” bertentangan dengan konsep Keadilan, apalagi konsep Maha-Adil.
    Tidak ada orang yang setuju bahwa “Pencuri Ayam yang tidak kenal Hakim dihukum 1 tahun penjara, sedangkan Pencuri Ayam yang kenal Hakim dibebaskan” itu adil.
    Mengenal sang Hakim tidak lantas merubah hukuman atas apa yang diperbuat seseorang.
    justru konsep “Keringanan hukuman karena kenal dengan Hakim” adalah salah satu konsep yang paling ditentang, yaitu Nepotisme. ” nice point! :)
    • Nice point apa nya ? Bohong Tuh ! Islam tidak mengajarkan begitu.
      Saya luruskan dengan ajaran islam ya, jadinya begini :
      Tuhan pasti menghukum pencuri ayam tidak peduli dia kenal Tuhan atau tidak,, begitulah ajaran Islam.
      Tuhan juga pasti menghukum orang yang kafir/ateis/murtad/musyrik tak peduli dia mencuri ayam atau tidak. Kamu ngerti gak ya ?
      • Pertanyaan selanjutnya, kalau begitu apakah tuhan juga akan memberi hadiah kepada orang yang berbuat baik walau bukan di agama yang benar?
        Jika jawabannya iya, maka tidak perlu ada agama yang benar. Cukup berbuat baik.
        Jika tidak, maka tuhan tak layak disembah, karena apa agama seseorang seringnya sangat tergantung dimana dan kapan seseorang lahir.
  3. 1.Tidak tepat menyamakan bukti keberadaan Sinter Klas dengan bukti keberadaan Tuhan.. Bisa jadi keberadaan alam semesta tanpa Tuhan jauh lebih extra ordinary daripada jika diciptakan oleh Tuhan..
    2.Dan memang sulit jika ciptaan hendak menghakimi Penciptanya.. Sama saja menyamakan diri kita sebagai Tuhan..
    Andaikan Tuhan di posisi tak berhingga.. Manusia hanya bisa, seperti dalam Matematika dengan limit mendekati tak hingga..
    3.Dalam doktrin agama, dalam hal ini agama Samawi, keyakinan Tuhan dan sifat2Nya memang berdasarkan taqlid (kepercayaan penuh) terhadap Nabi.. Dan air yang kita dapatkan sebagai generasi yang tidak pernah ketemu nabi, bisa jadi memang tidak lagi 100% jernih
  4. Bagaimana kalau penderitaan itu adalah sebuah penggenapan dari segalanya? Tuhan adalah segalanya. Justru karena segalanya itulah maka penderitaan harus ada, hanya semata2 untuk memenuhi unsur segalanya.
    sedikit tambahan, bgmn kalau keadaan itu adalah sebuah konsekuensi dari ketidakadaan? bahasa gaulnya superposition. dua kejadian yg terjadi sekaligus. saling menggenapi.
  5. Kita hanya bisa melihat apa yang kita lihat dengan mata kita sendiri, kita bsa meraba dengan prasaan kita sendiri, kita bisa menciptakan pengetahuan dengan ilmu kita sendiri tetapi kita belum bisa melihat suatu yang tidak bisa kita lihat selain dengan mata kita, kita tidak bisa merasakan apa yang kita belum rasakan selain dengan perasaan kita, kita tidak bisa menemukan apa yang tidak bisa kita temukan pikiran (otak) tuhan tidak sama dengan manusia, manusia hanya punya otak kecil yang tidak bisa berfikir dengan fikiran seluas jagat raya, tuhan sang pencipta tidak memberikan kita pengetahuan dan kemampuan yang selua-luasnya kepada kita apa. Tuhan hanya menghendaki manusia untuk tahu beberapa hal tetapi tidak semuanya
  6. TUHAN sesungguhnya dapat didefinisikan sebagai sebuah batasan kemampuan manusia berfikir.
    Jika ada orang bertanya berapa bilangan prima terbesar ?
    untuk saat ini kemampuan manusia menjawab bilangan prima terbesar adalah sekian….
    pertanyaan selanjutnya adalah BENARKAH ?
    Jika dan orang bertanya Dzat apa yang paling agung, biang dari segala hal, yang tertinggi yang terbesar,… untuk saat ini kemampuan manusia menjawab Dia adalah TUHAN.
    pertanyaan selanjutnya adalah BENARKAH ?
    Carilah dan temukan bilangan prima terbesar dengan kemampuanmu berfikir menuntut ilmu yang tertinggi. dan pertanyaan selanjutnya adalah BERAPAKAH……..??
    Carilah dan temukan Dzat tertinggi dengan kemampuan pemikiran jiwamu membuka naluri hati yang terdalam. dan pertanyaan selanjutnya adalah MAMPUKAH ……..??
    jika tidak maka untuk sementara ini marilah kita sepakati bersama bahwa definisikan dzat tertinggi saat ini yang mampu difikirkan manusia TUHAN, sebuah Dzat tunggal tanpa berawal dan berakhir.
    • Terima kasih atas umpan balik Anda.
      Pertama-tama saya ingin mengatakan bahwa Anda berhak untuk mendefinisikan tuhan sebagaimana yang Anda inginkan. Namun ingat, konsep yang Anda miliki belum tentu universal bagi seluruh teis dan bukan pula representatif dari seluruh teisme.
      Kedua, konsep yang Anda ajukan sebenarnya sudah cukup kuno dalam pendefinisian teisme klasik (yakni jenis tuhan yang disepakati para teolog-teolog Yudeo-Kristian-Islami), yakni argumen ontologi ala St. Anselm dan Descartes. Maka, jawabannya pun juga klasik; tuhan menurut definisi ini pun kelemahannya ada tiga:
      a. tidak mewakili teisme klasik secara baik karena tidak menjawab Dilema Epikurus yang menunjukkan kontradiksi dari tiga sifat utama tuhan teisme klasik.
      b. bilangan adalah suatu konsep abstrak yang dapat digunakan untuk hal yang riil/nyata maupun imajiner/khayalan; nyata contohnya rumus fisika Newton dan khayalan contohnya numerologi (penentuan nasib melalui angka). Hanya karena bilangan bulat tidak memiliki batas bukan berarti keberadaan suatu Dzat Yang Maha Awal/Akhir ada secara riil.
      c. batasan kemampuan imajinasi/berpikir manusia bukanlah refleksi mengenai objek yang bersangkutan, melainkan refleksi dari pikiran itu sendiri. Ketidaktahuan bukanlah dasar yang kuat untuk menyatakan sifat sesuatu objek.
      Sekian.
  7. Halo perkenalkan nama saya ridwan, saya adalah seorang muslim.
    Apakah sebelumnya anda beragama nasrani, atau kepercayaan lainnya yang bukan merupakan agama Islam ?
    Saya tidak heran jika ada orang yang beragama non-islam kemudian menjadi ateis, jika dulu saya beragama non-islam mungkin saya akan sependapat dengan anda. Kenapa demikian ? karena memang benar jika agama non-islam memiliki nilai-nilai dan konsep yang bertentangan dengan logika dan sains. Kenapa demikian ? Tentu saja jika Anda pelajari dan telusuri secara MENYELURUH anda akan menemukan bahwa agama non-islam merupakan agama yang di ciptakan oleh manusia yang memiliki keterbatasan dalam berfikir contoh hindu dan budha. Kita ketehui pada umumnya tiga agama samawi yang populer saat ini yaitu Islam, Yahudi dan Nasrani memiliki sedikit kemiripan tetapi SUNGGUH ketiganya berbeda. Saya tidak akan menjelaskan ketiganya secara menyeluruh karena disini bukanlah tempatnya dan akan sangat panjang jika dijelaskan disini. Yahudi dan Nasrani pada awalnya merupakan agama yang berasal dari Tuhan tetapi agama tersebut telah dirubah oleh manusia dan manusia merubah nilai nilai pokok dari agama tersebut sehingga agama tersebut akan menyesatkan jika kita ikuti, seperti sebuah modul dari sebuah study tertentu yang pada awalnya bermanfaat bagi penggunanya tetapi jika isi kandungan dari modul tersebut dirubah dengan salah oleh seseorang karena kepentingan dirinya sendiri tentu saja modul tersebut tidak bisa digunakan lagi karena suatu saat akan menyesatkan karena kandungannya tidak relevan dengan permasalahan/kenyataan yang ada.
    Kemudian Tuhan menyempurnakan agama terdahulunya pada Agama Islam dan inilah satu-satunya Agama yang diakui oleh Tuhan sebagaimana diterangkan dalam Al-qur’an, Al-qur’an adalah kitab suci ciptaan Tuhan yaitu Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad SAW (utusan Allah) dan dapat dibuktikan bahwa Al-quran bukanlah ciptaan manusia (Rasulullah Muhammad SAW) tapi merupakan firman Tuhan (Allah SWT) melalui perantara Rasullnya, dengan isi/kandungan Al-qur’an yang mustahil dihasilkan dari pemikiran manusia pada waktu 1400 tahun yang lalu.
    Jika anda tidak percaya silahkan Anda pelajari Al-qur’an secara menyeluruh.
    Anda akan melihat keajaiban Al-qur’an yang ternyata tidak bertolak belakang dan bahkan Ilmu pengetahuan saat ini berasal dari Al’quran seperti teori Big Bang (penciptaan alam semesta) dalam 6 masa, penciptaan manusia, dll.
    Dan juga teori peristiwa kiamat dan dibangkitkannya manusia setelah mati untuk dipertanggungjawabkan atas segala perbuatannya. Secara logika serasa tidak mungkin manusia bisa hidup setelah berabad-abad mati tapi ternyata ada ilmuwan yang telah menemukan bahwa ketika mati pada manusia terdapat sebuah tulang yang tidak hancur meskipun dibakar oleh api yang membara dan pada tulang ini. Berasal dari tulang ini manusia bisa diciptakan kembali, tapi tentu saja hanya Tuhan yang mampu atas itu tidak seperti manusia yang memiliki keterbatasan dalam berfikir dan berusaha. Ini salah satu bukti bahwa Al-qur’an benar. Jika hal ini benar maka terbuktilah bahwa Tuhan pun (Allah SWT) benar adanya dan hari pembalasan dan hari kiamatpun benar adanya. Dan baru-baru ini seorang Ilmuwan dari Ukraina telah membuktikan bahwa suatu saat Matahari akan terbit dari barat, hal itu sudah diterangkan dalam Al-qur’an pada waktu 1400 tahun yang lalu. Kemudian Ilmuwan tersebut masuk Islam.
    Kemudian saya bertanya, bukan untuk mencari jawaban, tapi untuk membuat anda agar kembali berfikir secara menyuluruh dan bijaksana dan berfikir menggunakan akal anda dan jangan mengikuti hawa nafsu anda untuk tidak mengakui keberadaan tuhan.
    Maaf apakah anda masih tidak yakin dengan kebaradaan Tuhan ?
    #Tidak bisa dilihat oleh kita bukan berarti tidak ada, tidak bisa disentuh oleh manusia bukan berarti tidak ada, tidak bisa didengar bukan berarti tidak ada. Tetapi karena kita memiliki indra yang terbatas maka kita tidak bisa melihat Tuhan tetapi kita sebagai manusia masih bisa merasakan, mengamati, dan membuktikan keberadaan Tuhan melalui ciptaannya.
    Dan hal itu pun merupakan perintah Tuhan untuk manusia dalam Al-qur’an agar kita bisa meyakini adanya Tuhan tidak sekedar percaya tapi dapat dibuktikan dengan logika. Karena Tuhan maha Pengasih dan Maha Penyayang.
    Mungkin anda pernah berfikir mengapa Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda dan bersuku bangsa dan juga mengapa di dunia ini banyak orang jahat dan banyak penderitaan di dunia ini.
    Tuhan bukan tidak ingin/tidak sanggup untuk mencabut penderitaan tapi untuk menguji manusia.
    Sungguh Tuhan tidak menciptakan sesuatupun dengan sia-sia, tapi pasti ada hikmahnya. Tuhan menciptakan perbedaan diantara manusia bukan untuk perdebatan tapi untuk saling mengenal, Islam juga mengajarkan toleransi dalam berkehidupan agar damai dan sejahtera.
    Dan juga Tuhan menurunkan manusia untuk melihat siapakah dintara hambanya yang benar-benar beriman dan yang tidak dan manusia hidup di dunia untuk beribadah, sungguh kehidupan di dunia (+- 60 tahun usia manusia?) tidak sebanding dengan kehidupan di akhirat yang kekal selama-lamanya.
    Hidup di dunia penuh dengan cobaan dan ujian. Tapi selama kita bergantung dan berpedoman pada Al-qur’an dan sunnah rasul (modul/pedoman hidup) kita tidak akan tersesat selama-lamanya.
    Wallohu a’lam…
    • Sedikit klarifikasi dari pernyataan yang saya berikan…
      //Maaf sebelumnya saya bukannya mau rasis atau saya terlalu fanatik dengan apa yang saya yakani tapi sungguh disini saya hanya ingin menjelaskan informasi yang saya dapatkan yang tujuannya adalah supaya Anda mendapat hidayah dan hidup bahagia di akhirat kelak untuk selama-lamanya.//
      Sebelumnya saya menjelaskan bahwa Agama Nasrani dan Yahudi berasal dari Tuhan yang sama, tapi sebenarnya begini :
      Dalam Al-quran, Allah SWT hanya menerima Islam sebagai sebuah agama yang di akui oleh Tuhan (Allah SWT). Nasrani dan Yahudi bukanlah Agama tetapi berupa kepercayaan hasil pemikiran manusia yang merupakan hasil perubahan dari Agama yang berasal dari Tuhan.
    • Terima kasih atas umpan balik Anda. Sebagai seorang ateis eks-muslim saya merasa ada baiknya saya yang menjawab.
      //Yahudi dan Nasrani pada awalnya merupakan agama yang berasal dari Tuhan tetapi agama tersebut telah dirubah oleh manusia…//
      Salah satu perubahan yang dialami oleh agama Yahudi adalah adanya konsep surga dan neraka, sebelumnya dalam tradisi Yahudi semua roh pergi ke alam yang suram yang bernama She’ol. Yang memperkenalkan konsep-konsep tersebut adalah antara lain Nabi Hosea ketika bangsa Yahudi mengalami tragedi yang berturut-turut sehingga perlu pelipur lara berupa keadilan setelah mati. Istilah Jahannam pun aslinya dari Ibrani Gai-Hinnom yang berarti “Lembah Bani Hinnom” sebuah tempat pembuangan mayat di zaman kuno. Dan Firdaus pun aslinya dari bahasa Farsi Kuno yang merujuk pada “taman berdindingnya raja” yang masuk ke dalam agama Yahudi ketika mereka dijajah Persia. Begitu pula konsep Taman Elysium (surga) dan Hades (neraka) dari agama musyrik Yunani ketika menjajah bangsa Yahudi.
      Jadi, melihat dari sisi sejarah perkembangan agama Yahudi, banyak dari konsep yang dianggap oleh Islam sebagai ajaran yang murni dari tuhan dapat dilihat sebagai akibat dari perjalanan panjang monoteisme Abrahamiknya Yahudi.
      //dengan isi/kandungan Al-qur’an yang mustahil dihasilkan dari pemikiran manusia pada waktu 1400 tahun yang lalu.
      Jika anda tidak percaya silahkan Anda pelajari Al-qur’an secara menyeluruh.
      Anda akan melihat keajaiban Al-qur’an yang ternyata tidak bertolak belakang dan bahkan Ilmu pengetahuan saat ini berasal dari Al’quran seperti teori Big Bang (penciptaan alam semesta) dalam 6 masa, penciptaan manusia, dll.//
      Jika yang dimaksud dengan mempelajari secara menyeluruh adalah mempertimbangkan seluruh ayat yang relevan serta tafsir yang diberikan oleh para Sahabat serta mufassir yang kredibel seperti Ibn Kathir, maka sayang sekali pernyataan Anda tidak berdasar.
      Dijelaskan di artikel saya berikut: http://cocologi.tumblr.com/post/24724190960/ledakan-dahsyat-big-bang, konsep penciptaan menurut Al-Qur’an tidak ada miripnya dengan Big Bang, malah di Al-Qur’an bumi dan segala rezkinya sudah ada sebelum langit dan isinya diciptakan dan diatur dari kabut (dukhaan).
      Mengenai penciptaan manusia, 2 ayat Al-Qur’an beserta tafsir-tafsirnya semua merujuk kepada konsep yang lebih menyerupai salah satu deskripsi dalam kitab ‘De Semine’ (artinya ‘Tentang Mani’) karya filsuf Yunani Kuno bernama Galenus dan tidak mirip sama sekali dengan sains modern. Contohnya, dalam sains modern otot/daging dan tulang berdiferensiasi secara serempak dari mesenkhima, sementara Al-Qur’an menggambarkan tulang dulu yang terbentuk kemudian dibungkus daging. Sementara dalam sains modern, somitus berdiferensiensi menjadi sklerotomus (bakal rangka) dan miotomus (bakal otot) (referensi: Langman 11th Edition, Bab 6) secara bersamaan. Di kitab anatomi ‘Grey’s Anatomy’ yang terkenal itu, terdapat ilustrasi yang dengan jelas menunjukkan sklerotomus beserta lempeng-otot (muscle-plate) yang sudah ada bersamaan pada minggu ketiga perkembangan embrio.
      //ternyata ada ilmuwan yang telah menemukan bahwa ketika mati pada manusia terdapat sebuah tulang yang tidak hancur meskipun dibakar oleh api yang membara dan pada tulang ini. Berasal dari tulang ini manusia bisa diciptakan kembali,//
      Alangkah baiknya jika klaim ini disertai dengan nama penelitinya, nama anatomis tulangnya dll. Namun, sepertinya tidak perlu karena memang tidak ada penelitian yang menunjukkan hal ini.
      Mengenai profesor Ukraina tersebut, sudah diselidiki rekan saya di blog yang sama: http://cocologi.tumblr.com/post/29722010061/republika-dan-detik-menyebar-kebohongan-dan-kesalahan, dan hasilnya ternyata itu berita bohong dan dasar sainsnya sangat ngawur.
      Alangkah baiknya Anda sebagai muslim berpikir lebih kritis dan mempertanyakan klaim-klaim yang diberikan oleh para da’i agar Anda jika bertemu dengan kaum non-bertuhan memiliki argumen yang lebih mapan secara intelektual.
      Sekian, dan sekali lagi terima kasih.
  8. Ralat: “dalam sains modern otot/daging dan tulang berdiferensiasi secara serempak dari mesenkhima” seharusnya dihapus karena sudah dijelaskan lebih detil di kalimat berikutnya: “Sementara dalam sains modern, somitus berdiferensiensi…”
  9. Saya Muslim dan saya salut kepada anda karena mau mengkritisi tentang konsep Tuhan dan agama, karena itu memang perintah Tuhan untuk selalu berpikir… cuma share aja, saya sempat meragukan konsep Tuhan seperti anda, dan karena saya terlahir bodoh maka saya mencari sosok Tuhan itu, dan semangat itu yang saya lihat mulai luntur di kalangan pemeluk agama, yaitu mengkritisi dan berpikir tentang Tuhan dan agama itu sendiri padahal itu perintah Tuhan sendiri untuk mencari-Nya, mereka menganggap itu tabu.
    Saya tidak akan berdebat tentang isi artikel di atas karena blog ini saya anggap sebuah proses berpikir, namanya proses ya masih mentah, jadi tidak ada gunanya bila terus berdebat tentang hal yang mentah, kenapa saya bilang masih mentah, karena saya sendiri berpendapat bahwa isi artikel ini belum menyertakan analisa mendalam dari kedua belah pihak, yaitu ateis dan non-ateis. Dan saya juga perlu menyarankan agar dilakukan wawancara, observasi dengan ahli-ahli di kedua belah pihak tersebut agar kajian ilmiah ini semakin berbobot, dan dengan demikian artikel ini semakin menambah wawasan ilmu untuk kedua belah pihak juga, dengan harapan semua saling menghargai dan mencintai ilmu dan kajian ilmiah. Maaf ini cuma kritik saja, tapi saya menghargai proses berpikir anda dan saya tidak menolak semua yang anda paparkan, karena memang sangat logis dan menambah pengetahuan saya.
    Akhir kata saya mengutip hadis Nabi Muhammad SAW ketika ada yang mengajak beliau berdebat dengannya tentang Tuhan, Nabi SAW kemudian bersabda : ” Mungkin kamu yang benar, atau mungkin aku yang benar”.
    best regards,
    • Terima kasih atas umpan baliknya.
      Memang artikel ini membahas ketuhanan dan bantahannya dari segi omnipotensi, omnibenevolensi dan Masalah Mudharat (Problem of Evil). Juga memang, argumen pro-teisme itu beragam mulai dari ontologi (yang sudah saya bahas di komentarnya si Daryl di atas), deontologi, argumen dari rancangan, 5 prinsip St. Thomas Aquinas, argumen Kalam dll. Dan itu semua butuh pembahasan yang panjang agar dapat ditutupi. Namun saya duga karena keterbatasan sang penulis maka sengaja tidak dibahas secara tuntas (exhaustive).
      Jika Anda lebih berminat yang sifatnya interaktif dan lebih bernuansa/mendalam, saya rekomendasikan saluran Youtubenya “Theoretical Bullshit” yang merupakan seorang pemikir ateis sekaligus bintang sinetron Amerika yang nama aslinya Scott Clifton.
      http://www.youtube.com/user/TheoreticalBullshit
      Di beberapa videonya ada dibahas ketika ia bertukar pikiran dengan seorang teolog terkenal, William Lane Craig. Sayangnya video-video dia belum ada diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, namun tidak menutup kemungkinan ada kolaborasi untuk penerjemahan.
      Sekian dan sekali lagi terima kasih.
      • S̤̈ąƔą yakin anda hanya mencoba mengingkari keberadaan Tuhan walaupun sebenarnya dalam hati anda [α̲̅d̲̅α̲̅] perasaan bahwa Tuhan ɪ̣̝̇†Ʊ [α̲̅d̲̅α̲̅].
        Hal yang ingin S̤̈ąƔą sampaikan kepada anda adalah coba tembak kepala anda sendiri lalu anda akan mati..setelah ɪ̣̝̇†Ʊ silahkan buktikan tentang keberadaan Tuhan. Kalaw sudah buktikan jangan lupa beri kabar kepada para ateis supya tau kebenarannya
        “Maaf jika kata2 S̤̈ąƔą kurang sopan dan menyinggung”
    • nabi SAW kemudian bersabda : ” Mungkin kamu yang benar, atau mungkin aku yang benar”
      kata “MUNGKIN” berati dia sendiri tidak yakin! buktinya sampai sekarang masih saja didoakan umatnya supaya dia dterima di sisi tuhan?
      • Nabi menanggapi lawan bicara sesuai dengan nalar dan tingkat berpikir lawan bicaranya, sehingga dalam pertanyaan yang sama, Nabi bisa saja menanggapinya dengan jawaban yang berbeda, tergantung siapa lawan bicaranya, beliau tidak menghakimi sesorang itu kafir atau syirik kepada pendapat yang berbeda, kata-kata “mungkin” disini dalam pengertiannya Nabi menghargai proses berpikir sesorang, karena pengetahuan itu didapat dari apa yang dilihat, didengar dan dirasa oleh individu masing-masing, jadi beliau tidak mempermasalahkan keyakinan orang tersebut atau keyakinannya sendiri, keyakinan itu berdasarkan pengalaman individu masing-masing, asal individu itu tetap mau belajar dan meng-explore, Nabi tetap menghargai sesorang.
        Masalah mendoakan Nabi, itu sudah perintah Tuhan dalam agama kami, itu menjadi hikmah bahwa manusia itu membutuhkan manusia yang lain bahkan ketika sudah mati, Nabi adalah manusia biasa jadi dia butuh doa umat manusia, karena beliau bukan Tuhan. Karena Tuhan tidak dirugikan atau diuntungkan atas keberadaan kita.
      • maaf, saya cuma berbagi pengetahuan, jadi saya harap di forum ini jangan ada yang menghakimi keyakinan masing-masing, karena niat saya memang ingin berbagi pengetahuan dengan semua yang di sini. Terima kasih.
  10. sebetulnya simple untuk pembuktian tuhan itu ada atau tidak,,,,yaitu dengan mengakhiri hidup alias mati,,,kalo nanti (setelah mati) ternyata tidak ada berati persoalan selesai,,,,namun bila ternyata tuhan itu ada,,,,berarti siap siap menyesal buat yg tidak percaya tuhan itu ada.
  11. Tuhan ga ada? Waduh? Berati anda menanggap anda lebih rendah dari tissue toilet donk.
    Maksud saya tisu toilet itu, walaupun anda ga lihat yang menciptakan, kita meyakini ada yang menciptakan dengan tujuan tertentu. Tapi jika anda berkaca di cermin: anda adalah hasil kecelakan yang tidak ada gunanya (wong namanya juga kecelakaan dan ga ada yang buat).
    Begitu pula ketika anda liat keluarga anda: anda percaya mereka semua adalah kecelakaan?
    Aneh deh, tissu toilet dan tong sampah aja ada yang buat , tapi anda, keluarga anda, adalah sebuah kecelakaan tanpa ada yang buat??? burung dilangit, daging/buah yang anda makan, planet, tata surya, galaksi dengan segala ukurannya adalah sebuah kecelakaan tanpa ada yang buat???
    Bagaimana dengan konsep entropi? Kalau batu dipecahkan dijalan gitu aja, dia akan pecah berhamburan, bukan jadi patung pancoran.
    Berangkat dari situ saya percaya bahwa semua hal yang tidak bisa manusia ciptakan menunjukaan bahwa ada sesuatu yang mendisain dan menciptakan. Bahkan jika 7,2 miliar manusia dikumpulin ga akan punya pengetahuan, material, tenaga, waktu, kapasitas buat nyiptain seekor lalet.
  12. Saya jadi ingat pada ‘Taruhan Pascal’ yang kira-kira bunyinya seperti ini: lebih baik kita beragama karena nanti umpama setelah kita mati Tuhan ternyata ada, kita aman, sementara kalau Tuhan ternyata tidak ada, toh kita tidak kehilangan apapun. Masalahnya bagaimana kalau kita memilih agama yang salah?? Misal kita pilih Islam, ternyata saat kita telah mati, yang ada bukan Allah, tapi Shiva, still we’re at the losing end…
  13. salam kenal…. saya Muslim.
    saya mau tanya sama admin : bila anda ingin menilai sesuatu tentu ada punya standar yang logis untuk menilai sesuatu. ketika anda bentur dengan Tuhan sanggup tidak menghilangkan penderitaan maka Dia jahat. sesungguhnya anda sendang menghilangkan hukum semacam sebab/akibat . bahagia >< penderitaan. kapan anda dikatakan bahagia ? tentu ketika anda tidak menderita, bisa anda tangkap maksud sebab akibat yg saya maksud?? namun apa bila kelaparan-penderitaan yang terjadi pada saat ini, anda salahkan Tuhan dan mengabaikan potensi manusia maka saya menduga bahwa sema sekali tidak ingin memahami tentang Tuhan memalui kita suci. Logika anda, bila Tuhan memang ada seharusnya Tuhan tidak membiarkan sedikitpun terjadi penderitaan, potensi manusia anda hilangkan. bisa anda simulasikan kehidupan yang seperti itu. tidak ada penderitaan bahkan orang tidak kenal apa itu penderitaan. jangan-jangan kehidupan ini tawar,lurus dan mata rasa. logis?
    bila Tuhan tidak sanggup menghilang maka Tidak Maha Kuasa <– ya bila tidak sanggup, pertanyaan diatas lebih masuk akal. dari mana tidak sanggupnya. kalau yg anda maksud "bila" tidak sanggup barang tentu tidak Maha Kuasa. itu cuma permainan kata saja.
    // Kalau Tuhan tidak mau dan tidak sanggup menghilangkan penderitaan, kenapa disebut Tuhan?”//
    kalau Tuhan tidak mau <— ini sudah saya komentari diatas. bahagia dan penderitaan itu berpasangan / kenapa anda bahagia karena tidak menderita. bila bahagia tidak ada maka penderitaan pasti juga tidak ada knp karena. paham maksud saya ? bila kondisi itu ada apakah ada kehidupan? kalaupun ada mati rasa.
    tidak sanggup <— ini permainan kata. kalau tidak sanggup otomatis bkn Tuhan.
  14. Salut dengan smua anda-anda skalian, kaum intelektual yang spertinya benar2 menggunakan otak sebagaimana mestinya. Tanpa ada saya lihat argumentasi yang saling menghina dan menyinggung, dan karenanya smua paparannya bisa menambah wawasan pembacanya, termasuk saya yg awam dan bodoh ini.
    Dari sisi perenungan, karena hanya sampai disitu kiranya otak saya mampu, saya juga ingin sekedar berbagi. Saya seorang muslim, dan wawasan serta intelektualitas saya biasa2 saja. Suatu ketika saya sedang berbincang-bincang dengan ayah saya yang bijaksana, saya mengajukan beberapa pertanyaan yang kurang lebih mirip dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam blog ini, mengenai Tuhan. Rupanya ketika saya masih kecil, saya cukup kritis mempertanyakan sgala sesuatu sesuai logika saya ketika itu. Tidak menjawab secara langsung, ayah saya hanya memetaforakan kehidupan manusia itu pada gerakan-gerakan sholat (ritual wajib pemeluk islam).
    Kira2 beginilah beliau menjelaskan:
    “Ketika menimba ilmu, mencari jawaban akan sesuatu hal, ibaratnya manusia sedang dalam posisi ‘berdiri dalam sholat’ nak, otak tegap skali, posisinya tepat di atasnya hati (sambil mengarahkan tangan ke kepala/otak dan dada/hati), artinya logika akan slalu didahulukan dari apa yg qta rasakan dan yakini. Ketika bersosialisasi dimanapun dengan manusia mana saja di dunia ini yang mejemuk dengan sgala perbedaan latar belakang dan jalan hidupnya, ibaratnya manusia sedang dalam posisi ‘rukuk dalam sholat’. Yaitu, posisi otak dan hati qta harus sejajar, artinya qta harus seimbang menimbang apa yg menjadi logika dan keyakinan qta sendiri. Akan tetapi, ketika seorang manusia sedang ‘bertemu’ dengan PenciptaNya, ibaratnya manusia sedang dalam posisi ‘sujud dalam sholat’, nak. Yaitu posisi hati qta lebih tinggi daripada otak atau logika. Disitulah dimana qta ‘berserah diri’, bahwa logika setinggi apapun tiada arti dan nilainya tanpa hikmah dan keyakinan dalam hati. Hanya dengan memahami hikmah inilah, insyaAllah hidupmu akan tenang. Dan karena memahami hikmah itu juga, hatimu akan kuat dan yakin, kalo’ tidak ada suatu kbetulanpun yang terjadi dalam hidupmu. Juga, karena keyakinanmu pula, apa-apa yang kmu usahakan serta yakini, asal kamu ikhlas dan berserah diri, pasti terjadi. Tinggal bagaimana kamu ‘minta’nya sama yang Maha mengabulkan do’a.”
    Dari bijaknya jawaban ayah saya itu pulalah, saya berhenti mempertanyakan Tuhan dan alam semesta ini. Bukan saya berhenti berfikir, karena itu tidak mungkin, hanya saja saya memfokuskan pikiran saya ke hal lain yang kira2 berguna untuk saya sendiri dan masa depan saya serta orang-orang di sekitar saya, dan saya pikir itu wajar adanya. Saya selalu berfikir mustahil bagi saya terus bertanya dimana Tuhan berada selama hidup saya, jangan2 saya akan melewatkan masa2 keemasan hidup yang indah ini dengan pertanyaan2 tiada berujung. Jika diibaratkan saya hanyalah seekor ikan kecil di kolam smenjak saya tercipta, saya tidak akan pernah tahu dimanakah lautan dan danau, apakah luas? apa saja isinya? airnya rasa apa, asin, tawar, asem, pedes? Saya mungkin bahkan tidak pernah terpikir atau terbayangkan konsep lautan. Saya juga tidak tahu jika makanan yg saya makan adalah pemberian org yg memelihara saya dikolam buatannya, ataukan adanya makanan tercipta dengan sendirinya scara tiba2, intinya saya hanya hidup dari insting saya, saya tidak tahu apa2 meskipun saya sudah brusaha memeras ‘otak ikan’ saya….he hehehee…..
    Sekian, memang bukanlah paparan yang cerdas dan intelektual seperti kalian smua di atas, tetapi semoga masih ada relevansinya….
    -ibu Windi-
  15. <>
    Cinta itu reaksi hormon Endorfin di otak.
    Kalau nggak percaya, coba aja pasang alat yang bisa mengukur kadar Endorfin.
    ketika diperlihatkan foto pacar anda / seseorang yang anda cintai, maka kadar Endorfin aanda akan meningkat.
    bahkan ada penelitian yang mengatakan, orang yang kadar Endorfinnya tinggi,ketika melihat foto pacarnya.
    biasanya relasinya lebih awet, dibandingkan yang kadarnya rendah, ketika diperlihatkan foto pacarnya.
  16. Saya sih ga mau membahas apa”. Tapi kalau memang tidak ada tuhan, mengapa ada kematian dan kehidupan.? Lalu apa yang terjadi pada saat kita mati.? Mati sia sia.? Lalu kemana kita akan pergi di saat kita mati.? Hanya seperti tidur saja.? Dan tidak melakukan apa”.? Dan ga bangun” lagi.? Lalu juga untuk apa anda hidup.? Apakah anda hidup hanya untuk sukses dan bersenang”.? Lalu klo nanti mati gmn.? Tidak ada penjelasanya.? Apa hidup ini tidak ada alasanya.? Lalu mengapa anda hidup.?
  17. CRAUSE PRIMA -> Standart -> 1. tdk ada pemimpin
    2. Kekuasaan Mutlak
    3. Satu
    Dan semua ciri2 CRAUSE PRIMA ada pada Tuhan saya ( ALLAH SAW )
    Menurut saya anda bukan tidak mengetahui keberadaan Tuhan, tp anda tdk ingin mengakui adanya Tuhan
  18. Dulu tidak ada,seKarang ada,akan kembali tidak ada.Dulu tak terasa,skrng terasa,kembali tak terasa.Dulu gelap,sekarang terang,akan kembali gelap.Itu siklus kehidupan.Tentang manusia melantik Tuhan lantaran agama dan meminta tuhan untuk disembah adalah tipudaya Nabi yg ingin berkuasa dan disegani sehingga apa yg jadi kemauan Nabi seakan dengan ijin tuhannya yang diikrarkan sendiri Nabi itu. Jelas jelas jelas.
  19. sebelum ada atau tanpa para manusia dengan kemampuan otaknya yang di sebut teisme dan ateisme, alam semesta ada tanpa surga dan neraka, tanpa pamrih tidak berpihak pilih, tidak pragmatis, sebagai aksioma dari kebenaran universal hingga mahluk apapun ada lalu tiada. setelah ada, para manusia dengan kemampuan otaknya yang di sebut teisme dan ateisme melihat alam semesta ada dan tidak ada penciptanya sebagai representasi dua kebenaran subyektif yang belum menjadi aksioma. tetapi ada banyak tuhan lokal sebanyak agama agama teisme lokal yang ada dan berbicara tentang model penciptaan alam semesta yang berbeda beda dengan hukum ketuhanan lokalnya yang juga berbeda beda, ritual tata cara ibadah dan surga neraka yang berbeda beda sesuai dengan budaya lokal para pengarangnya masing masing. maka jika bicara tentang tuhan sebagai pencipta dengan hukum ketuhanan lokalnya, harus di perjelas dulu, tuhan tersebut dari agama teisme yang mana? bagi suku badui jero pemuja dan penyembah sang hyang kersa tuhan lokal dalam agama sunda wiwitan dengan hukum ketuhanan lokal mereka yang hanya membolehkan monogami, melarang poligami dalam bentuk poligini satu pria banyak isteri atau sebaliknya poliandri satu wanita banyak suami dan hukum ketuhanan lokal mereka lainnya, bahwa, pusat alam semesta yang di ciptakan sang hyang kersa adalah sasaka domas yang ada di wilayah lokal mereka di pegunungan kendeng banten jawa barat, indonesia. dan ini sangat berbeda bagi pemuja dan penyembah yahwe ellohim tuhan lokal dalam agama yudaisme yahudi dengan taurat atau ajaran hukum ketuhanan lokalnya yang tidak melarang poligami para nabi atau satu lelaki banyak isteri atau poligini, tapi melarang satu perempuan banyak suami atau poliandri dan hukum ketuhanan lokal yahwe ellohim lainnya, bahwa, pusat alam semesta yang di ciptakan yahwe ellohim adalah bethel rumah ellohim yang ada di wilayah lokal yahudi. bagi para pemuja dan penyembah allah tuhan lokal agama islam arab saudi dengan quran atau bacaan hukum ketuhanan lokalnya yang di sebut syariat islam membolehkan poligami satu pria banyak isteri atau poligini, tetapi sebaliknya melarang satu wanita banyak suami atau poliandri dan hukum ketuhanan lokal allah lainnya, bahwa, pusat alam semesta yang di ciptakan allah adalah ka’bah di mekah arab saudi yang di dalamnya ada batu hitam bernama hajar aswad yang di jadikan fokus pemujaan dan penyembahan umat islam. dalam hukum agama ketuhanan lokal di nepal hanya membolehkan satu wanita banyak suami, poliandri. melarang satu pria banyak isteri atau poligini. mana yang lebih pantas untuk di gunakan menjadi Tuhan pencipta alam semesta, kosa kata tuhan dalam bahasa indonesia sebagai pencipta tanpa nama dan tidak berkelamin jantan betina, atau, kosa kata yahwe ellohim dengan ruach = ruhnya sebagai nama pencipta dan esensinya yang berkelamin jantan betina dalam bahasa ibrani yahudi, dan kosa kata allah dengan zatnya sebagai nama pencipta dan esensinya yang berkelamn jantan betina sebagaimana yang di tulis karen armstrong dalam bukunya tentang jejak sejarah para tuhan di timur tengah dan di dunia?
  20. meskipun gw kadang sempet mikir, tapi gw tetep percaya, karna sepinter2nya manusia ga akan nyampe otaknya buat definisiin seluruh alam semesta,
    apakah ateis bisa menjawab,, “.. bagaimana sperma bisa terbentuk menjadi manusia?..” sampe sekarang belum ada limuwan atau penelitian mana sperma yang menghasilkan wajah tampan atau wajah jelek, mana sperma yang bisa menjadikan wanita atau mana sperma yang bisa menjadikan pria,, kalian para ateis tidak lain hanya akan menjawab, itu sesuatu yang acak,random, dsb, jika hal tesebut adalah sesuatu yang acak tentunya manusia memiliki potensi untuk terbentuk menjadi sesuatu yang aneh, dengan kemungkinan 80% – 90% ,tapi yang kita lihat sekarang adalah 99% manusia sifat dan bentuknya sempurna,
    saya juga mempercayai bahwa adam adalah nenek moyang manusia yang sebenarnya, agama hindu, budha, majusi, ateis, penyembah api, penyembah berhala, nasrani, dsb. itu sudah ada sejak utusan2 nabi2 terdahulu, untuk masing2 kaumnya,
    sifat maha adil, maha penyayang maha pengasih, saya percaya bahwa tuhan memang memiliki sifat tersebut, kenapa ga semua orang hidupnya bahagia,? bahagia itu hanyalah persepsi dari adanya derita, begitu juga sebaliknya, seperti gelap, dan terang, gelap hanyalah persepsi dari ketiadaannya cahaya, begitu juga derita, hanyalah persepsi dari adanya orang2 yang bahagia, sehingga dirinya merasa lebih menderita…
    kita coba posisikan orang jaman dahulu yang terbiasa dengan kayu bakar untuk memasak, mereka akan bahagia jika mereka menemukan beberapa kayu bakar untuk memasak karena itu memenuhi kebutuhan mereka,
    nah sekarang posisikan diri anda di jaman sekarang memasak dengan kayu bakar, anda akan merasa sangat menderita karena masalah prestige, gaya hidup dsb.
    jadi kesimpulannya kita sudah dibahagiakan tuhan atas karuniaNya di bumi, yang membuat derita justru si manusianya sendiri yang tidak mau bersyukur dan egois karna hawa nafsunya, bentuk wujud syukur adalah berbagi kepada sesamanya, negara kaya memberi negara miskin , memberi pendidikan agar hidupnya lebih baik, dsb.
    dunia ini memang tidak adil, bahkan hakim manusia sekalipun yang bisa dibayar disogok oleh orang2 kapitalis dan ateis kaya kalian2 ini,
    maka harus ada dunia dimana cahaya keadilan menindak lanjuti perbuatan semena2 manusia di dunia,
    wassalam,
    • [meskipun gw kadang sempet mikir, tapi gw tetep percaya, karna sepinter2nya manusia ga akan nyampe otaknya buat definisiin seluruh alam semesta,]
      Definisiin alam semesta ini maksudnya apa?
      [apakah ateis bisa menjawab,, “.. bagaimana sperma bisa terbentuk menjadi manusia?..” sampe sekarang belum ada limuwan atau penelitian mana sperma yang menghasilkan wajah tampan atau wajah jelek, mana sperma yang bisa menjadikan wanita atau mana sperma yang bisa menjadikan pria,, kalian para ateis tidak lain hanya akan menjawab, itu sesuatu yang acak,random, dsb, jika hal tesebut adalah sesuatu yang acak tentunya manusia memiliki potensi untuk terbentuk menjadi sesuatu yang aneh, dengan kemungkinan 80% – 90% ,tapi yang kita lihat sekarang adalah 99% manusia sifat dan bentuknya sempurna,]
      Ini orang mesti belajar embriologi ya. Bentuk wajah itu berdasarkan gen yang diwarisin dari ibu dan ayahnya, jadi ga bisa didefine “jelek” atau “ganteng”. Kasian banget katanya ciptaan tuhan kok dibilang jelek. dosa lho. Kalo gender kan dari chromosome yang terakhir, dapet dari ovum dan sperma. Kombinasi XX jadi cewek, XY jadi cowok.
      [saya juga mempercayai bahwa adam adalah nenek moyang manusia yang sebenarnya, agama hindu, budha, majusi, ateis, penyembah api, penyembah berhala, nasrani, dsb. itu sudah ada sejak utusan2 nabi2 terdahulu, untuk masing2 kaumnya,]
      Iya gapapa boleh boleh aja kok percaya santai aja.
      [sifat maha adil, maha penyayang maha pengasih, saya percaya bahwa tuhan memang memiliki sifat tersebut, kenapa ga semua orang hidupnya bahagia,? bahagia itu hanyalah persepsi dari adanya derita, begitu juga sebaliknya, seperti gelap, dan terang, gelap hanyalah persepsi dari ketiadaannya cahaya, begitu juga derita, hanyalah persepsi dari adanya orang2 yang bahagia, sehingga dirinya merasa lebih menderita…]
      Derita itu ada -> memperkuat argumen bahwa tuhan tidak maha adil, tidak maha penyayang, tidak maha pengasih (kalau tuhan itu ada). Kalo mau tuhan menciptakan manusia supaya manusia tidak bisa merasakan derita.
      [kita coba posisikan orang jaman dahulu yang terbiasa dengan kayu bakar untuk memasak, mereka akan bahagia jika mereka menemukan beberapa kayu bakar untuk memasak karena itu memenuhi kebutuhan mereka,
      nah sekarang posisikan diri anda di jaman sekarang memasak dengan kayu bakar, anda akan merasa sangat menderita karena masalah prestige, gaya hidup dsb.
      jadi kesimpulannya kita sudah dibahagiakan tuhan atas karuniaNya di bumi, yang membuat derita justru si manusianya sendiri yang tidak mau bersyukur dan egois karna hawa nafsunya, bentuk wujud syukur adalah berbagi kepada sesamanya, negara kaya memberi negara miskin , memberi pendidikan agar hidupnya lebih baik, dsb.]
      Apa buktinya itu Tuhan yang membahagiakan kita? Usaha kita gimana? Andil Tuhan dimana?
      [dunia ini memang tidak adil, bahkan hakim manusia sekalipun yang bisa dibayar disogok oleh orang2 kapitalis dan ateis kaya kalian2 ini,]
      “Dunia ini memang tidak adil” -> bukti memang kalau tuhan itu ada tuhan itu tidak adil.. lagi lagi
      [maka harus ada dunia dimana cahaya keadilan menindak lanjuti perbuatan semena2 manusia di dunia,]
      Apa buktinya bahwa itu harus ada?
      wassalam,
  21. ada sebuah kisah dari seorang yg mengaku ateis, dia sama sekali tidak mau mengakui adanya Tuhan, pada suatu saat dia melakukan perjalanan dengan kapal laut, tiba2 di tengah perjalanan badai menerpa dan kapalnya hampir tenggelam, pada saat itu apa yang terucapkan pertamakali:”tolong kami Tuhan selamatkan kami”. tidak menyebut nama orang tuanya,istrinya,anaknya tapi yang dia sebut nama Tuhan. Dalam hati orang yg mengaku ateis sebenarnya dalam hatinya percaya adanya Tuhan namun kesombongannya yang menghalanginya untuk mengakui adanya Tuhan.
  22. ya udah kalo terima kasih atas artikelny, saya jadi bisa melihat dari sudut pandang ateis mengapa bisa ada org ateis, begini saja, tidak ush nyebut2 agama islam kristen hindu buddha dan lain lain, cba jelaskan bagaimana alam semesta terbentuk? Anggaplah anda meyakini teori big bang, teori yg mengatakan sebuah atom bermassa maha padat meledak kemudia terbentuklah alam semesta, bisa dijelaskan atom maha padat itu siapa yg menciptakan? Bagaimana cara terciptanya waktu? apa yg pertama kali ada di alam semesta ini? apakah kegelapan? Oke trus siapa yg menciptakan kegelapan? Pasti ada sesuatu yg diluar nalar yg menciptakan ini semua, dan itu adalah tuhan
  23. bagaimana dengan penis atau vagina? apakah penis tau bentuk vagina seperti apa sehingga bisa cocok seperti pedang dan tempatnya?dan sebaliknya? pernahkah membayangkan penis berada di pantat? bagaimana dengan sperma yang begitu cocok dengan ovum? apakah sperma dapat membentuk dirinya sendiri sehingga sangat cocok dengan ovum? ataukah itu hanya kebetulan saja menurutmu wahai ateis? kalo itu hanya kebetulan saja berarti boleh saya simpulkan bahwa kaum ateis yang selama ini mengaku berakal itu merupakan kaum sebodoh bodohnya orang, yang hanya begitu sombong seolah olah otaknya paling pintar, padahal sebenarnya adalah sebodoh bodoh orang…
  24. Saya Quote dulu :
    Kalau Tuhan sanggup tetapi tidak mau menghilangkan penderitaan manusia, maka dia jahat. = yang dimaksud penderitaan itu apa ya??? dalam pengertian saya cuma ada cobaan.
    Kalau Tuhan mau tetapi tidak sanggup menghilangkan penderitaan, maka dia tak maha kuasa.= suka – suka tuhan dia mau menghilangkan atau tidak, wkwkwkwk
    Kalau Tuhan sanggup dan mau menghilangkan penderitaan, maka penderitaan tidak seharusnya ada. = baik lagi, tidak ada penderitaan sebenarnya
    Kalau Tuhan tidak mau dan tidak sanggup menghilangkan penderitaan, kenapa disebut Tuhan?
    dari awal sudah keliru memandang hal yang dinyatakan penderitaan, saya sebut itu cobaan.
    Intinya kita terlalu sering mengeluh, karena ada emosi dalam jiwa (marah,gembira,sedih dsb)
    Seluruh kafir pasti masuk neraka. = itu konsep mana sih mas ??? koq saya ndak ngerti. Ups sorri
    Maha adil itu proporsional mas.
    maklum saya gak pernah belajar tentang tuhan – sebuah hal yang tidak terbatas.
  25. Ping balik: Bukti Bahwa Tuhan Tidak Ada | Ateis Jawa (Javanese Atheist)
  26. Jika Tuhan tidak ada,
    Siapa yang menciptakan manusia?
    Mengapa manusia diciptakan? Toh, pada akhirnya manusia yang merusak bumi ini.
    Apa yang harus diperbuat manusia dibumi?
    Mengapa manusia harus mati?
    Dimanakah manusia setelah mati?
    Dimanakah manusia sebelum hidup?
    Mengapa alam dibuat jika hanya untuk dirusak?
    Maaf saya banyak bertanya, karena saya sedang mencari pengetahuan.
  27. <>
    Tidak ada
    Manusia “tercipta” secara alami, melalui proses Evolusi
    <>
    Tidak ada alasannya
    <>
    Terserah Manusia,
    Tapi sebaiknya demi kelangsungan Species Manusia, mulai memelihara Bumi
    <>
    Nggak ada alasannya juga harus.
    Sama kayak, kenapa mobil harus rusak?
    nggak harus kok, cuman memang rusak aja.
    terjadi secara “alami”
    <>
    kemungkinan besar di dalam tanah
    <>
    tidak ada. Karena sebelum terbentuk di janin, Seorang Manusia belum ada.
    <>
    Alam tidak dibuat.
    Alam ada dengan sendirinya,
  28. Cuma mau ngasih ini.
    “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.”
    I know Im true babe because im ever seen God before ;)
    I will pray for your safety~
  29. Bismillah,
    Logika berfikir yang unik. Kira2x bisa gak saya gunakan logika ini kepada pemilik dan pembuat blog ini ? Hanya mengunakan inisial ABAM yang tidak lebih dari akronim nama blog yang anda buat. Apakah berdasarkan logika tersebut, bisa dikatakan pencipta blog ini adalah tidak ada. Dan itu artinya blog ini tercipta dengan sendirinya. Karena anda tidak berwujud, anda tidak memiliki nama.
    Jika anda sanggup tapi tidak mau menunjukkan wujud dan nama asli anda, itu artinya anda pengecut.
    Jika anda mau tetapi tidak sanggup menunjukkan wujud dan nama asli anda, itu artinya anda bodoh, anda mau melakukan sesuatu yang anda tidak ada kemampuan untuk itu.
    Jika anda mau dan sanggup menunjukkan wujud dan nama asli anda, lalu mengapa anda masih menggunakan inisial “ABAM”.
    Jika anda tidak mau dan tidak sanggup menunjukkan wujud dan nama asli anda, itu artinya anda lemah dan tidak pantas memaksakan logika anda untuk memahami Dzat Yang Maha Perkasa.
    Akhirul kata, bertobatlah sebelum terlambat.
  30. ini sederhana… tuhan itu ada.. bercerminlah renungkan apa yang ada ditubuh anda.. seandainya tuhan itu tidak ada.. bagaimana caranya tangan, kaki dan kepala anda tiba-tiba muncul saat pertama kali anda dilahirkan.. kapan anda membuatnya semua itu dan berapa uang yang harus dibayar. dan faktanya semua itu gratis, tuhan tak perlu menampakan wujud karena melihat sinar matahari pun anda tak mampu… alam semesta termasuk anda, seluruhnya ini adalah bukti kebesaran tuhan dan keberadaannya.. justru karena dia ingin dikenal makanya dia menciptakan semua ini… tapi tuhan juga mengatakan bahwa hanya orang2 beriman dan mau berpikirlah yang bisa merasakan keberadaannya…
    Tuhan sungguh zat maha besar… Dia tahu anda akan mempertanyakan tentang keberdaanya lewat blog ini, tapi Dia zat yang maha baik, Dia masih mengizinkan anda untuk melakukannya…
    well, dia itu maha menggerakan isi hati, dia maha terpuji, maha besar atas segala sesuatu
    • Logika anda sama seperti pernyataan berikut: “Bagaimana mungkin petir ada kalau Thor tidak ada?”.
      Jika anda mau belajar, anda bisa mengetahui bagaimana proses rangkaian evolusi sehingga manusia memiliki organ organ tersebut. Tidak hanya fungsi baiknya, tapi juga ketidaksempurnaannya. Ada banyak daftar anggota tubuh yang jauh lebih baik jika dia tidak ada. Mematahkan argumen bagwa “tubuh manusia sebegitu sempurna sehingga pasti ada yang mendesainnya”.
  31. Dari sekian banyak argumentasi logis menunjukan bahwa tuhan itu ada. Jika dipertanyakan lebih lanjut, tuhan ada dimana? Adakah argumentasi logis yang bisa menjawabnya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar