Paus Fransiskus
Paus Fransiskus (sumber: Istimewa)
Vatikan - Paus Fransiskus memberikan khotbah mengenai awal mula Yesus Kristus yang sederhana sebagai orang miskin dan bayi yang tak berdaya, di hadapan jemaat malam Natal di Basilika Santo Petrus.
Khotbah ini adalah khotbah pertamanya sebagai seorang Paus.
"Kau adalah besar, tapi kau membuat dirimu kecil; kau adalah kaya tapi kau membuat dirimu miskin; kau adalah kuat tapi kau membuat dirimu rapuh," ujar Paus Fransiskus yang berbicara tentang Yesus.
Pria 77 tahun yang terpilih sebagai "prang tahun ini" oleh majalah Time itu mendedikasikan kepausannya yang baru berusia sembilan bulan untuk meningkatkan kesadaran akan kaum miskin, anak-anak, dan bagian dari masyarakat lain yang rentan.
Dia juga mengatakan bahwa yang pertama mendapat kabar kelahiran Yesus adalah para penggembala, yang saat itu dianggap sebagai "golongan yang terbuang".
Lonceng berbunyi mengiringi Fransiskus yang berjalan dengan lincah melintasi lorong basilika untuk menghadiri upacara. Menjaga kesederhanaan, Fransiskus membawa sendiri patung Yesus dan mencium lutut patung bayi Yesus.
Tangisan bayi terdengar kontras mengiringi suara indah dari koor.
Paus juga mengajak para jemaat untuk menjadikan gereja tempat yang menyenangkan dan menyebut Yesus sebagai "cahaya yang menerangi kegelapan".
Dalam sejarah dunia dan pribadi kita, Fransiskus mengatakan,"Ada masa-masa terang dan gelap, cahaya dan bayangan kelam. Jika kita menutup hati kita, jika kita didominasi oleh arogansi, tipu daya, egoisme, maka kegelapan akan menimpa kita dan sekeliling kita".
Khotbah ini juga menyentil cara kerja Vatikan. Fransiskus sebelumnya pernah mengatakan bahwa tidak ada tempat untuk ambisi pribadi di Vatikan, dan bahwa tugas utama gereja Katolik adalah melayani yang membutuhkan.
Sementara itu di Betlehem, ribuan umat Kristiani memadati alun-alun Manger untuk merayakan malam Natal.
"Natal adalah mengenai perdamaian, kasih, dan persaudaraan," ujar Patriark Latin Fouad Twal, pemuka agama Katolik terkemuka di Yerusalem.
Penulis: Faisal Maliki Baskoro/FMB
Sumber:AP